Wahai Putriku

Seuntai Nasehat untukmu 
Wahai Anakku Sayang 

Ya Demi Allah… tidaklah seorang pemuda melihat seorang gadis kecuali gadis itu dikhayalkannya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian.

Demi Allah, begitulah. Yang kami bersumpah untuk yang kedua kalinya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan lelaki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang seorang sahabat, ia akan mencintanya bagai seorang kawan. Demi Allah ia telah bohong ! bila engkau mendengar obrolan di antara anak-anak muda dalam kesepian mereka, engkau akan mendengar sesuatu yang mengerikan, senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya, atau paling tidak, pemuda itu sendiri merasa bahwa itu adalah rayuan !
Setelah itu apa yang terjadi ? apa, wahai putriku ?
Coba pikirkan !

Bila anak putri telah jatuh, tak seorang pun di antara mereka mau membimbing tangannya, atau mengangkatnya dari lembah kejatuhan, yang engkau dapati mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu, selama kecantikan itu masih ada. Bila sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut. Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yang tak berdaging sedikit pun.

Inilah nasihat padamu, putriku. Inilah kebenaran, selain ini jangan percaya, sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum lelaki, kunci pintu pebaikan. Bila mau, perbaikilah diri kalian, dengan demikian ummat pun akan menjadi baik.   

Karya Syekh Ali Thantawi
Diterbitkan perdana pada tahun 1987
Dicetak lebih dari 46 kali
Telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Urdu, Indonesia dll
download file lengkapnya